Memahami waktu, maka kita akan mengerti tentang kehidupan. Karena adanya waktu bisa dikatakan dengan adanya kehidupan itu sendiri. Begitu pentingya persoalan tentang waktu ini, bahkan Allah, Tuhan Yang Menguasai Alam Raya, bersumpah dengan waktu. “Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian.” (Al Ashr : 1-2) Dalam perjalanan kehidupan sebagai seorang manusia inilah kesadaran tentang waktu menjadi vital kaitannya dengan prestasi amal kita.
Kita memahami bahwa sebauh aksioma,bahwa waktu tidak akan pernah bisa kita putar ulang. Waktu tidak akan bisa kita rewind, sehingga waktu yang telah kita lalui hanyalah menjadi sebuah cerita masa lalu dalam lembar sejarah kehidupan kita. Kemudian, setelah banyaknya lembar-lembar yang telah kita tulisi tersebut, ada baiknya apabila dalam perjalanan yang singkat ini kita mencoba membaca kembali kisah-kisah yang telah kita lalui.
Kita tidak bisa memungkiri masa lalu kita, pun kita jangan tenggelam pada kotak sempit masa lalu. Bersikap obyektif terhadap hal yang telah lalu menjadi sebuah pilihan tepat. Karena dengan hal tersebut maka kita akan bisa menemukan kesalahan-kesalahan, menemukan coretan-coretan yang mungkin terjadi, tanpa harus mencari “pembenaran-pembenaran” terhadap kesalahan tersebut. Dari hal itu maka kita akan menemukan hikmah yang dapat kita jadikan pijakan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Bukankah Rasulullah SAW pernah berpesan agar bagi seorang mukmin jangan sampai jatuh pada lubang yang sama kedua kalinya. Dan juga kita harus obyektif pula menilai prestasi-prestasi yang telah kita buat, sebagai basis mencapai prestasi yang lebih baik pada masa depan.
Kita sadar bahwa waktu yang diberikan Tuhan kepada kita itu terbatas. Maka kita tidak akan mensia-siakan energi kita hanya untuk terjebak pada kenangan masa lalu, tapi bukan berarti harus melupakannya. Oleh karena itulah kita akan melakukan sebuah prestasi yang kadarnya melampui jatah waktu kita. Sehingga kemudian kita tidak hanya menjadi penonton sejarah dalam kehidupan ini, tetapi menjadi seorang pelakunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar