Huaaaa…so sweet ^^
bukan puisiny tapi doanya, kalo puisinya aku ga ngerti maksudnya..
maksude opo to kui…
artine kan hampa,kosong, tidak ada..
bukan puisiny tapi doanya, kalo puisinya aku ga ngerti maksudnya..
maksude opo to kui…
artine kan hampa,kosong, tidak ada..
Cinta itu sederhana saja.. Yach.. Cukup dengan dua kata saja, memberi dan berkorban. Kayu rela memberikan dirinya, berkorban sampai dia menjadi abu.. hanya agar api dapat menyala. Awan rela berkorban dan memberikan dirinya, hanya agar hujan itu ada. Cinta itu padanan kata dari memberi dan berkorban, walaupun tidak sempat terungkap dengan kata dan isyarat. Karena untuk mencintai kita tidak perlu ungkapan bombastis, kompleks, complicated, dan dibuat-buat, tetapi kita lebih perlu pada buktinya. Apa yang telah kita berikan dan korbankan untuk yang dicintai.
Puisi yang indah.. pemenggalan kalimat “seperti kata-kata yang tak sempat terucapkan||oleh kayu kepada api yang menjadikannya abu” dan “seperti isyarat yang tak sempat dikatakan||oleh awan kepada hujan yang menjadikannya tiada” menambah dalam gambaran “tidak sempatnya kata dan isyarat” itu terungkap. Sayang sekali, prakteknya tidak sesederhana itu.
Cinta itu tulus memberi dan berkorban. Sampai-sampai bila harus terjadi, kayu pun menjadi abu demi api, dan awan telah menjadi tiada demi hujan. Sedih sekali bila kita menyadari keberadaan cinta, justru ketika kayu telah menjadi abu dan awan telah tiada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar