Kayaknya sudah menjadi rahasia umum bahwa seorang wanita senang berbelanja terutama barang yang bernama SEPATU emm ngga ada habisnya deh kl mengikuti hasrat. Pergi kemanapun ujungnya yang dilihat toko sepatu, sepertinya tidak afdol kalau berpergian tidak mampir sebentar untuk sekedar cuci mata atau ya ujung-ujungnya melakukan action for your favorite pair alias BELI LAGI BELI LAGI. Dua minggu terakhir ini saya sudah membeli 3 pasang sepatu (Masih normal lho sahabat saya, uang bulanannya habis di awal dikarenakan memborong sepatu) kikikik. I have many many reasons for it!!! lol. Not just because of SALE kok. Seiring umur, saya makin sadar dan mahir untuk dapat membedakan mana yang namanya desire mana needs. Jadi dapat dikatakan 3 Pasang sepatu saya itu adalah kebutuhan! Masa?! Hehe..
Kadang saya suka berfikir lebih tepatnya kagum dengan dashatnya rayuan dari sepatu (Padahal mereka juga gak bisa ngomong: Helo come and bought me home ohh please!! ya kan?). Saya membaca artikel Harian KOMPAS judulnya “Sepatu-Sepatu Wanita” disitu diceritakan seberapa gila para selebritas dalam negri kita dalam berbelanja sepatu dengan nominal yang tidak kecil. Contohnya mayangsari mengakui rela menguras kocek hingga 6 jutan untuk sepasang sepatu keluaran Prada (Hayo tebak uangnya siapa Mas Bambang atau Mba Mayang haha). Hmm 6 Juta untuk sepatu? Apakah pantas? Jawabanya balik ke diri anda masing-masing. Fungsi dari sepatu untuk anda itu sendiri apa? Untuk menunjukan suatu status (Prestige) atau lebih ke fungsionalnya? Kalau anda termasuk orang yang membeli untuk pengakuan status anda akan menjawab YA PANTAS dan SANGAT WORTH IT SEKALI dong 6 juta untuk sepasang heels keluaran Jimmy Cho. In fact sangat banyak sekali kok wanita yang berfikiran seperti itu buktinya sederetan pasang sepatu dari Christian Louboutin, Miu Miu sampai Louis Vuitton-pun yang harganya dapat membuat anda pusing kepala tetap diburu dan dibawa pulang si wanita. Apa salah habit seperti itu? Menurut saya pribadi tidaklah salah apabila anda merasa mampu untuk membelinya. Karena saya tidak bisa bohong kok, rasa memakai sepatu keluaran Lanvin pasti beda dengan Bata, bedanya bukan dari kenyamanan (yah kalau soal nyaman atau tidak paling beda tipis lah) yang saya maksud beda rasanya itu lebih ke perasaan atau pesan yang disampaikan yaitu “HELLO I AM WEARING A PAIR OF LANVIN AND SORRY YOU CAN’T HAVE IT BECAUSE IT’S LIMITED” dan lucunya lagi Mood yang sedang buruk dapat berubah 360 derajat berbalik menjadi baik mungkin menjadi sempurna malah, IF you using a good shoes.
Jadi ini yang saya maksud dari dashatnya efek dari sepasang sepatu. Tapi dibalik itu semua alangkah lebih baiknya semua itu berimbang. Membeli sepatu seharga 6 juta tetapi masih banyak anak jalanan yang putus sekolah. Apakah anda masih berfikir untuk tetap membeli Jimmy Cho? Mudah-mudahan ini dapat menjadi bahan perenungan untuk kita semua. Agar dapat lebih dewasa untuk memandang sesuatu bukan hanya dari satu sudut melainkan dari beberapa sudut. Kembali ke hakikatnya sepasang sepatu, mereka itu diciptakan untuk melindungi kaki kan? Jadi kenapa kita tidak fokus ke KEGUNAANNYA saja yah sesekali memanjakan diri untuk membeli sepasang sepatu cantik keluaran merk favorit anda tidak masalah kok hihihi..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar